Suatu hari, Nina kedatangan teman suaminya ketika suaminya sedang keluar kota. Setelah berbincang-bincang kesana kemari, akhirnya teman si suami itu berkata.

Teman Suami: “Nina, kalau kau mau mencium pipi kananku, akan kuberi kau uang dua ratus limapuluh ribu rupiah.”

Nina (merasa tertarik dengan tawaran itu): “Tapi kau tidak boleh macam-macam lho ya?”

teman Suami: “Jangan kwatir. Aku cuma ingin ka cium saja kok!”

Maka Nina yang berpikir bahwa uang itu cukup banyak dan risikonya tokh tidak ada, lalu mencium pipi kanan tamunya. Dengan konsekuen, teman suami itu lalu memberikan kepadanya uang duaratus lima puluh ribu rupiah.

Tapi, teman itu berkata lagi: “Kalau kau mau juga mencium pipi kiriku, maka aku akan memberimu dua ratus lima puluh ribu lagi. Bagaimana? Setuju?”

Tanpa banyak cincong Nina mencium pipi kiri tamunya. Setelah memberikan uang duaratus limapuluh ribu lagi, teman si suami itupun minta diri.

Namun, betapa jengkelnya Nina ketika suaminya kembali dan bertanya: “Nina, apa temanku datang kemari memberikan uang limaratus ribu kepadamu??? Karena Dia hendak kemari untuk membayar hutangnya, sebanyak limaratus ribu rupiah dan kubilang agar memberikannya kepadamu?”

~~~ (..”_”..)~~~

https://veronikamerry.wordpress.com

http://veronikamerrym.blogspot.com

http://www.mencobausaha.com

http://www.bisnistotal.com/?id=veronikamerrym