Berkhasiat, Air Bekas Pohon Jadi Rebutan

Kompas – Jumat, 5 Maret

JOMBANG, KOMPAS.com-Sebuah sumber air yang muncul dari kubangan bekas pohon tumbang di Desa Betek, Kecamatan Mojoagung, Jombang, sejak beberapa hari ini menjadi rebutan warga untuk diminum. Warga percaya, air tersebut bisa menyembuhkan berbagai penyakit.

Kubangan itu sendiri muncul sejak Sabtu (27/2/2010) lalu, menyusul tumbangnya sebuah pohon besar yang oleh warga setempat dinamai pohon iprik atau beringin karet (Ficus retusa). Pohon besar tersebut tumbang setelah terkena angin puting beliung.

Sholeh, salah satu warga mengatakan, sehari setelah tumbangnya pohon, pada kubangan atau lubang bekas pohon tumbang itu muncul sumber air dari bagian bawah pohon atau akar pohon. “Kami berpendapat jika meminum air itu maka segala penyakit bisa sembuh. Awalnya, saya terkena penyakit linu, tapi setelah meminum air itu, penyakit saya langsung sembuh,” kata Sholeh, Kamis (4/3).

Hal senada juga dikatakan Yusuf, warga setempat. Menurut laki-laki muda ini, berdasarkan cerita turun-temurun, pohon iprik tersebut sudah berusia ratusan tahun. “Konon sudah ada sejak tahun 1800,” tandas Yusuf.

Saat tumbang, imbuh Yusuf, selain memunculkan sumber air, di kubangan juga terdapat batu bata kuno.  “Meski airnya kotor, tapi warga nekat meminumnya karena menganggap berkhasiat,” jelas Yusuf.

Yusuf berkisah, puluhan warga mulai menyerbu dan berebut air  yang dianggap bertuah itu Selasa (2/4) lalu. Dengan menggunakan peralatan seadanya, seperti gelas dan botol bekas air mineral, warga mengambil air itu.  Bahkan ada yang menampung dalam ember, kemudian dibagi-bagikan kepada kerabat dan teman-teman yang memerlukannya. Juga ada yang langsung meminumnya walaupun air dari dasar pohon itu keruh.

Ketua MUI (Majelis Ulama Indonesia) Jombang, KH Cholil Dahlan mengatakan, ulah warga tak bisa dilarang. Hanya saja, dia berpesan, kalaupun memperoleh kesembuhan, hendaknya tetap ingat, itu semua hanya sarana.  “Jangan sampai menjurus ke syirik. Karena kesembuhan manusia itu tetap Allah yang menentukan,” kata Cholil Dahlan.

Menurut ilmu tetumbuhan, tanaman iprik atau beringin karet memiliki nama ilmiah Ficus retusa. Tidak jelas apakah ada khasiat tertentu dari tanaman ini. Namun, literatur menyebutkan bahwa tumbuhan ini sangat cepat berkembang, batangnya bulat, daunnya hijau lebat dan tersebar, serta tingginya bisa mencapai 17 meter – melebihi tiang listrik. Yang jelas, di kalangan penggemar bonsai, pohon iprik tidak asing lagi. Karena cukup banyak spesies pohon itu yang dijadikan tanaman hias dalam bentuk bonsai. (uto)