Pil Aborsi Pertama Dikeluarkan di Italia Utara

Milan (ANTARA/AKI-OANA) – Seorang perempuan yang berusia 30 tahun telah menjadi orang pertama di Italia utara yang menggunakan pil aborsi, yang kontroversial, RU486.

Pil tersebut dikeluarkan Senin di Niguarda, Milan, dan direncanakan diberikan kepada seorang lagi perempuan Italia akhir pekan ini.

“Pasien itu meminta alternatif bagi aborsi melalui operasi, dan ia berada dalam kondisi baik dalam batas waktu 49 hari,” kata pemimpin bagian ginekologi dan kandungan di rumah sakit Niguarda, Mario Meroni.

Ia merujuk peada panduan dari dinas farmasi Italia, AIFA, yang mensahkan penggunaan RU486 di rumah sakit di bawah pengawasan medis sebagai pilihan bagi aborsi melalui operasi sampai usia kehamilan 49 hari.

“Kami jadi memberikan pil RU486 kepada pasien itu kemarin, dan hari ini ia menjalani pemeriksaan,” kata Meroni.

Para dokter di kota Bari, Italia selatan, awal Maret melakukan aborsi kimia pertama pada seorang perempuan yang berusia 25 tahun, beberapa hari setelah RU486 tersedia di rumah sakit Italia.

“Seorang pasien lain yang juga berada pada batas kehamilan 49 hari akan diberikan pil tersebut dalam beberapa hari. Ia sudah menjalani pemeriksaan dan telah menandatangani semua dokumen yang diperlukan yang memberi kami izin untuk melanjutkan prosedur ini,” kata Meroni.

“Ia memiliki anak perempuan yang masih sangat kecil dan datang dari wilayah Lombardy,” katanya.

Semua pasien yang menggunakan aborsi kimia dengan menggunakan pil RU486 diharuskan tetap berada di rumah sakit sampai embrio mereka benar-benar keluar.

“Catatan internasional memberi tahu kami bahwa rata-rata 65 persen pasien harus berada di rumah sakit selama empat hari,” kata Meroni.

Pil RU486 adalah masalah yang mengundang reaksi emosional di Italia, yang kebanyakan warganya adalah penganut agama Katholik dan menjadi salah satu negara terakhir di Eropa yang mempergunakan obat tersebut.

Vatikan telah mengecam pil RU486 dan sebanyak 70 persen dokter di Italia mengatakan mereka tak bersedia melakukan aborsi dengan alasan agama.

Dua gubernur konservatif yang baru terpilih, Roberto Cota di wilayah Piedmont di Italia utara dan Luca Zaia di wilayah Veneto di Italia timur-laut, secara terbuka telah menentang pil aborsi itu disediakan di rumah sakit lokal.

Aborsi telah disahkan di Italia sejak 1978 pada 90 hari pertama kehamilan dan sampai pekan ke-24 jika nyawa ibu terancam atau janin cacat.