Siklus Menstruasi Pengaruhi Kesuburan

Tingkat kesuburan penting bagi pasangan yang tengah merencanakan kehamilan. Kondisi yang menentukan kesuksesan pembuahan itu bisa terdeteksi lewat siklus menstruasi.

Siklus menstruasi yang normal menggambarkan proses pembentukan sel telur baik. Idealnya, wanita mengalami siklus menstruasi antara 21 sampai 35 hari. Siklus dihitung dari hari pertama menstruasi sampai hari terakhir sebelum menstruasi di bulan berikutnya.

“Gangguan kesuburan 40 persen disebabkan oleh gangguan pembentukan dan pematangan sel telur,” kata dr Budi Wiweko, SPoG (K) saat ditemui di Klinik Yasmin Kencana, RSCM, Jakarta Pusat, Minggu 25 April 2010.

Siklus menstruasi yang normal, secara fisiologis menggambarkan organ reproduksi cenderung sehat dan tak bermasalah. Sistem hormonalnya juga baik, yang ditunjukkan dengan produksi sel telur yang cukup.

Siklus menstruasi yang tidak teratur bisa mempengaruhi tingkat kesuburan wanita. Salah satu pemicunya adalah Syndrom Ovaryan Polycystic yakni suatu kumpulan gejala yang terjadi akibat penumpukan folikel pada indung telur tak berkembang sempurna.

“Solusinya macam-macam, antara lain menjaga indeks masa tubuh, jangan terlalu kurus dan jangan terlalu gemuk,karena itu bisa mengganggu proses pematangan sel telur,” kata dr Budi.

Selain memperbanyak makanan berserat, gaya hidup juga harus diperhatikan. Tingkat stres juga berperan meningkatkan kadar prolaktin sehingga menyebabkan siklus haid menjadi terganggu.

Apabila gangguan siklus menstruasi menjadi masalah utama kesuburan, tak perlu berkecil hati. Ada solusi lain yang bisa dilakukan. “Bisa dengan memberikan obat-obatan, inseminasi, sampai mengikuti program bayi tabung,” kata dr Budi. (pet)