11 Kesalahan Perempuan Dalam Berhubungan Dengan Pria

Membuat suatu hubungan berjalan lancar adalah tanggung jawab yang harus dipikul bersama. Tugas ini membutuhkan kerja keras, karena pria dan wanita pada dasarnya menjalankan hubungan tersebut dengan caranya masing-masing.

Wanita cenderung sulit ditebak, karena kadang-kadang melakukan sesuatu by the book, lain waktu justru bertindak irasional. Hal ini seringkali membingungkan pria, apalagi pria cenderung mengikuti naluri dalam menjalankan hubungan tersebut.

Agar Anda bisa menjadi partner yang lebih baik, dan mengupayakan hubungan yang lebih santai, coba ingat-ingat apakah Anda pernah melakukan hal di bawah ini.

1. Berkeras bahwa buku-buku tentang relationship harus dipatuhi karena Anda menyetujui semua isinya.

2. Membesar-besarkan kesalahan yang sebenarnya tidak prinsip, seperti mendiamkan pasangan berhari-hari hanya karena dia kelelahan dan tidak mencuci kaki sebelum naik ke atas tempat tidur.

3. Menetapkan tanggal atau hari dimana Anda akan mulai memperbaiki hubungan, seperti minggu depan, bulan depan, atau tahun depan. Bagi pria, bila ingin melakukan sesuatu yang baik, lakukan saja sesegera mungkin.

4. Malu dengan bentuk tubuh Anda. Hal ini membuat Anda sering berkeluh-kesan pada pasangan meskipun pasangan sudah berulangkali mengatakan bahwa Anda tetap menarik.

5. Mengutip nasihat dari seorang tokoh yang dianggapnya tidak kompeten. Lagipula hal itu belum tentu bisa diterapkan dalam hubungan Anda dengan si dia karena kondisinya seringkali berbeda.

6. Menyamakan saat-saat Anda harus berpisah dengan ketidakpuasan. Pasangan yang sedang bermain tenis dengan rekan-rekannya, memancing, atau sekadar hang out di kafe dianggap berusaha menghindar dari Anda.

7. Tidak berterus-terang soal belanja. Anda mengatakan, “Ada yang mau dibeli”, dan kembali dengan kantong belanjaan berisi sepatu dan pakaian mahal. Bagaimana pun juga, berterus-terang lebih baik daripada Anda mengagetkan si dia dengan hasil perburuan Anda itu.

8. Dengan sengaja atau tidak menyebutkan detail paling intim mengenai hubungan Anda kepada orang lain.

9. Terus-menerus membanding-bandingkan hubungan Anda dengan teman-teman, keluarga, bahkan selebriti, dan sebagainya. Anda dan si dia adalah individu yang berbeda, sehingga tidak dapat disamakan dengan mereka.

10. Mengatasnamakan teman saat Anda sebenarnya ingin mengatakan, “Menurutku….” Bila Anda ingin meminta atau mempunyai pendapat tentang sesuatu hal, katakan saja terus-terang.

11. Meminta teman atau keluarga untuk menjadi mediator saat terjadi pertengkaran di antara Anda. Kehadiran orang-orang dekat Anda hanya akan membuat pasangan merasa dipojokkan, bukan dibantu.

for sumber: